Home Berita Jawaban Ketua DPRD Tuban atas Isu Pemborosan Anggaran

Jawaban Ketua DPRD Tuban atas Isu Pemborosan Anggaran

311
0
SHARE

DPRD TUBAN – Ketua DPRD Kabupaten Tuban H. M. Miyadi menjawab pertanyaan dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat menjadi Narasumber pada Kegiatan Fasilitasi Pemberdayaan Ormas/LSM di Gedung Korpri “Komplek Pendopo Kridha Manunggal” Jl. RM Suryo No. 1 Tuban, Rabu (31/7/2019).

Mustofatul Adib Ketua PMII Tuban menanyakan tentang isu-isu yang beredar tentang Rapat Paripurna DPRD yang di laksanakan di luar kota. Menurut Adib, isu tersebut membuat keresahan di masyarakat, sehingga perlu adanya penjelasan yang akurat mengenai hal tersebut.

“Banyak isu-isu tentang DPRD yang beredar di kalangan masyarakat sehingga menimbulkan keresahan. Pada kesempatan ini mohon penjelasannya tentang isu-isu yang beredar tersebut” kata adib kepada Miyadi dalam sesi tanya jawab.

Pertanyaan itu ditanggapi dengan jelas oleh H. M. Miyadi. Menurut Miyadi, isu itu ada banyak hal, isu yang betul-betul isu atau hanya isu di segelintir orang kemudian di jadikan persoalan.

“kebanyakan isu itu hanya di segelintir orang kemudian di goreng dan dijadikan persoalan sehingga isu tersebut membesar. Juga saya tanya kepada masyarakat bahwa tidak ada masyarakat yang resah” Papar Politisi asal PKB itu.

Sementara itu, Miyadi juga menjawab tentang isunya Pemborosan Anggaran. Menurut Miyadi, kegiatan tersebut bukan merupakan pemborosan Anggaran karena memang ada anggaran untuk Pembahasan di luar, maka dari itu, jika anggaran untuk pembahasan tersebut di gunakan untuk kegiatan lain juga tidak akan bisa.

“Bukan pemborosan Anggaran, karena memang ada anggarannya. lha kalau misal anggaran ini di gunakan untuk fakir miskin atah anak yatim kan juga tidak bisa, karena ini memang anggaran untuk pembahasan” tegas Miyadi kelahiran asal Bojonegoro itu.

Miyadi juga memaparkan bahwa pembahasan di luar itu memang perlu di lakukan, karena mengingat sebagian dari keseluruhan anggota dewan ada yang tidak terpilih kembali sehingga untuk di bahas di kantor banyak yang tidak hadir. Untuk mencapai kuorum, Miyadi bersama dengan Sekda berinisiatif untuk melaksanakan pembahasan di luar agar bisa kuorum.

“Alhamdulillah pada kenyataannya seluruh dewan hadir sehingga pembahasan bisa tuntas. Karena jika tidak di lakukan pembahasan diluar maka pembahasan Anggaran Pemerintah tidak akan selesai” papar Miyadi. (Adm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here