SHARE
Suasana Audiensi Komisi 1 dengan AMPL dan PT. SIG di Ruang Komisi 1 DPRD Tuban

DPRD TUBAN – Audiensi yang sebelumnya belum membuahkan titik temu akibat perwamilan PT. SIG yang belum bisa hadir, kini Komisi 1 DPRD Tuban kembali mempertemukan Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) dan PT. Semen Indonesia (SIG) Pabrik Tuban di gruang Komisi 1 Gedung DPRD Tuban.

Bagi warga di sekitar kawasan industri, debu halus dan semerbak aroma asing yang terbawa angin sering kali menjadi kawan tak diundang dalam keseharian. Di Desa Sumberarum dan wilayah sekitarnya di Kecamatan Kerek, Tuban, permasalahan kualitas udara bukan sekadar angka-angka di atas kertas uji laboratorium, melainkan kenyamanan hidup dan kesehatan keluarga yang mereka pertaruhkan saban hari.

​Selama bertahun-tahun, warga yang bermukim di sekitar operasional PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Tuban menyimpan kecemasan. Keluhan seputar debu halus yang menempel di teras rumah hingga bau menyengat dari aktivitas material tanah liat (clay) dan limbah industri menjadi alasan utama warga menyuarakan kegelisahan mereka.

​”Perubahan yang kami rasakan belum begitu signifikan,” tutur Joyo Muhasan, perwakilan dari Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPL) Kerek, saat duduk bersama di meja audiensi di gedung DPRD Tuban, Rabu (12/8/2026).

“Bau menyengat sangat mengganggu, bahkan beberapa warga mulai mengeluhkan gatal-gatal dan gangguan kesehatan. Kami hanya ingin ada kepastian, pengujian yang objektif, dan langkah nyata,” lanjutnya.

​Kehadiran AMPL di gedung dewan siang itu membawa pesan penting: masyarakat merindukan solusi jangka panjang agar kehidupan berdampingan dengan industri skala besar tetap menghadirkan rasa aman dan damai.

Audiensi yang dipimpin oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tuban, Suratmin, S.H., menjadi wadah untuk menjembatani aspirasi warga dengan komitmen korporasi. Suratmin menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan iklim usaha dan hak masyarakat atas lingkungan yang sehat.

​”Kegiatan usaha di Tuban tentu harus terus berkembang, namun aspek lingkungan dan kepentingan masyarakat tidak boleh diabaikan. Harus ada penanganan nyata dan komunikasi yang cair agar titik-titik keluhan warga bisa ditangani secara tepat tanpa harus berujung pada konflik,” ungkap Suratmin.

​Di sisi lain, pihak PT SIG menyambut dialog tersebut sebagai bagian dari evaluasi berkala. Senior Manager of Corporate Communication SIG Pabrik Tuban, Dharma, menyampaikan bahwa perusahaan senantiasa berupaya menerapkan standar operasional yang ketat dalam pengelolaan lingkungan, termasuk pengoperasian sistem penangkap debu pada cerobong pabrik.

​”Pengelolaan limbah dan operasional kami diawasi dengan regulasi yang sangat ketat oleh kementerian. Mengenai keluhan bau dan kesehatan warga, kami siap turun ke lapangan untuk mengecek lokasi spesifiknya agar bisa ditelusuri dan ditangani secara tepat,” jelas Dharma.

​Selain penanganan lingkungan, PT SIG juga terus menggulirkan berbagai program kepedulian sosial (CSR), mulai dari bantuan kemasyarakatan hingga pengobatan gratis berkelanjutan bagi warga di desa-desa sekitar pabrik.

Audiensi ini menghasilkan sejumlah komitmen bersama untuk menjaga ruang hidup warga Kerek, diantaranya :

  • ​Pengecekan Sumber Gangguan: Tim internal PT SIG bersama pihak terkait akan menyisir sumber debu dan bau yang dikeluhkan warga.
  • Pengawasan Lingkungan: Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban didorong untuk meningkatkan frekuensi pemantauan dan pengujian mutu udara secara transparan.
  • Kesehatan dan Ketenagakerjaan: Komunikasi intensif terus dibuka antara perusahaan dan pemerintah desa setempat guna mengakomodasi program kesehatan serta prioritas penyerapan tenaga kerja lokal.

​Langkah-langkah terukur ini diharapkan tak hanya berhenti pada tumpukan lembaran notulen rapat, tetapi benar-benar terwujud di lapangan. Bagaimanapun juga, keharmonisan antara industri dan masyarakat lokal adalah kunci utama menuju kesejahteraan yang berkelanjutan di bumi Tuban. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here