Home Berita Sikapi Lonjakan Kasus Covid-19, Komisi IV DPRD Tuban Gelar Hearing dengan Dinkes...

Sikapi Lonjakan Kasus Covid-19, Komisi IV DPRD Tuban Gelar Hearing dengan Dinkes dan RSUD

38
0
SHARE

DPRD TUBAN – Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban dalam menyikapi kasus lonjakan Covid-19 yang semakin tinggi di Kabupaten Tuban ini langsung menggelar rapat kerja (hearing) dengan Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R. Koesma Tuban.

Turut hadir dalam rapat Ketua Komisi IV, Hj. Tri Astuti di dampingi Wakil Ketua Suratmin, dan dua Anggota Komisi IV Hj. Mutafaridah dan H. Rofi’uddin, Pihak Dinas Kesehatan dan RSUD R. Koesma Tuban di ruang rapat Komisi IV. Kamis, (1/7/2021).

Dalam Rapat tersebut, banyak hal yang dibahas diantaranya ketersediaan tempat tidur ruang isolasi, tenaga kesehatan, obat-obatan, dan juga oksigen. termasuk pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Tuban ini, diharapkan oleh Ketua Komisi IV agar tenaga Pendidik harus sudah di vaksin keseluruhan.

“Mengingat rencana pembelajaran tatap muka, maka kami berharap agar tenaga pendidik harus sudah tervaksin secara keseluruhan” ujar Astuti Ketua Komisi IV.

Dikatakan Tri Astuti, dari jumlah data tenaga pendidik sebanyak 21.343, yang sudah tervaksin sebanyak 20.709 tenaga pendidik, sehingga 634 tenaga pendidik yang belum vaksin ini agar segera mendatangi puskesmas terdekat untuk dilkaukan vaksinasi.

Komisi IV DPRD Tuban ini juga mengapresiasi atas kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban, karena sampai dengan tanggal 30 Juni 2021, masyarakat yang sudah tervaksin sebanyak 123.242 orang.

“Atas kerja yang luar biasa, penanganan percepatan vaksinasi di Kabupaten Tuban telah terlaksana” ujarnya.

Komisi IV juga merekomendasikan beberapa hal untuk menangani permasalahan lonjakan kasus covid-19 ini, diantaranya melakukan komunikasi, kordinasi, kolaborasi antara pemerintah daerah dan satgas covid-19 dengan pemangku kepentingan lainnya dalam hal ini TNI dan POLRI.

Selain itu, juga meningkatkan testing dan tracing, mengoptimalkan peran satgas di tingkat Desa dan Kelurahan, rekrutmen tenaga kesehatan terlatih dan sopir ambulan, penambahan ruang isolasi, Prinsip Pelayanan bahwa dalam keadaan Urgent tidak di perbolehkan menolak pasien.

Lanjut Astuti, juga selalu tersedianya APD dan Obat-obatan, Evaluasi Pelaksanaan Prokes saat vaksinasi, Optimalisasi Sistem Rujukan dipuskesmas, dan dalam hasil rapat tentang pembuatan Rumah Sakit Khusus Covid, telah disepakati bahwa RS. ALi Mansyur Jatigoro akan digunakan Rumah Sakit Khusus Covid. (Adm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here