Home Berita Telusuri Sulitnya Pupuk, Komisi B ke Gudang Petrokimia

Telusuri Sulitnya Pupuk, Komisi B ke Gudang Petrokimia

456
0
SHARE

DPRD TUBAN – Banyaknya para petani yang merasa kesulitan untuk mendapatkan pupuk, membuat Komisi B DPRD Tuban untuk mengetahui penyebab sulitnya pupuk. Rombongan yang di pimpin Wakil Ketua Komisi B, H. Rasmani melakukan Kunjungan kerja ke Gudang Petrokimia yang bertempatkan di Kecamatan Jenu, Tuban. Rabu (9/1/2019).

“Tujuan kami kesini karena banyaknya aspirasi-aspirasi masyarakat utamanya para petani yang kesulitan mendapatkan pupuk”. Jelas rasmani dalam sambutan pembukaannya.

Menurut rasmani, perlu adanya kios untuk penjualan pupuk di setiap desa. Dengan begitu, para petani dituban tidak lagi kesulitan untuk membeli pupuk.

Sementara di tambahkan mashadi, yakni diperganyakan tentang bagaimana skema penjualan pupuk yang ada. Karena menurut masya re akt yang melapor ke dewan, penjualan pupuk tersebut dengan system paket. Sehingga pupuk yang tidak dibutuhkan mau tidak mau juga harus dibelinya.

“Contohnya seperty pupuk organik, pupuk organik tersebut para petani bisa membuatnya sendiri. Tapi karena adanya sistem penjualan paket, sehingga petani terpaksa membelinya. Mengingat kebutuhannya yang mendesak” tutu mashadi politisi asal PAN itu.

Dijelaskan kepala gudang petrokimia gudang Jenu, Maskurin, Bahwa sebenarnya tidak ada yang namanya kelangkaan pupuk. Dikatakan pupuk langka itu karena stok di kios habis. Menurutnya, jika ingin mendapatkan pupuk dengan cepat yakni dengan membuat kelompok tani.

“Biasanya ada oknum yang mencari untung untuk dirinya sendiri, sehingga pupuk sulit didapatkan oleh petani”. terang Masrukin saat memberikan pernyataan.

“Alokasi pupuk ini tergantung pada DPRD, jika ingin menambahkan stok pupuk lagi, maka DPRD dengan Pemkab bisa membuat pernyataan kepada pemerintah provinsi dan itu pasti di sethjui”. Tambahnya.

Terkait penjualan Pupuk dengan sistem paket, menurut Maskuri, Petrokimia ditugaskan sesuai alokasi. Jika penjualan Organik tersebut tidak habis, maka Organik akan di cabut atau dipindahkan ke Kabupaten/Kota lain. Sehingga dari situ pupuk organik dijual dengan cara Paket dengan Pupuk yang lain.

Diketahui, di Kabupaten Tuban sendiri terdapat 3 Gudang Petrokimia yang menampuk Pupuk-pupuk bersubsidi di antaranya di Kecamatan Jenu, Palang dan Widang. Stok yang diberikan pada masing-masing gudabg diantaranya Jenu 8000 Ton, Palang 5000 Ton dan Widang 2000 Ton.

“Jika kami kehabisan stok dan belum ada pengiriman maka bisa mengambil di Gudang yang lain” Ungkap Maskuri. (Adm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here