Home Berita Sidak Rehabilitasi Ruang Kelas, Wakil Ketua DPRD Sayangkan Pembangunan Tak Kunjung Selesai

Sidak Rehabilitasi Ruang Kelas, Wakil Ketua DPRD Sayangkan Pembangunan Tak Kunjung Selesai

273
0
SHARE

DPRD TUBAN – Nasib tak menyenangkan dialami siswa- siswi peserta didik di SDN Perunggahan VII (7), Kecamatan Semanding, Tuban. Pasalnya, proyek rehabilitasi tiga gedung ruang belajarnya, yang sesuai rencana mustinya selesai paling lama akhir tahun 2019 lalu ternyata tak kunjung rampung.

SDN Perunggahan VII, dari salah satu Guru yang namanya enggan disebut menuturkan, sedianya memiliki 6 gedung yang sehari- hari dipakai sebagai ruang kelas siswa dari jenjang kelas 1 sampai kelas 6. Namun, sejak agustus lalu. Dilakukan pengosongan sementara di 3 ruang kelas yakni ruang yang ditempati siswa kelas 3, kelas 4 dan kelas 5 karena akan dilakukan rehabilitasi.

Walhasil jadwal masuk pelajaran siswa pun akhirnya diatur bergantian. Yang biasanya semua siswa dari jenjang kelas 1 sampai kelas 6 masuk sekolah serentak di jam pagi, kini harus bergiliran. Dengan sebagian siswa dijam pagi dan selebihnya masuk di waktu siang.

Para siswa kelas 1, kelas 2, kelas 3 dan siswa kelas 6 tetap masuk di jam pagi. Sedangkan untuk kelas 4 dan 5 di dialihkan jam belajarnya ke waktu siang. Tapi karena hanya ada 3 ruang kelas saja yang bisa digunakan, maka terpaksa bagi siswa kelas 3 ruang belajarnya menggunakan musholah sekolah.

“Sekarang ruang kelasnya masih gantian pak. Kalau pagi kelas 1, 2, 3 dan 6 masuk kelas. Sedangkan kelas 4 dan 5 masuk siang,” ungkapnya saat ditanya mengenai pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sementara di SDN Perunggahan VII.

Jika menilik perencanaan, proyek rehabilitasi ruang kelas SDN Perunggahan VII dianggarkan dari dana APBD senilai Rp. 294.399.800 yang pelaksanaanya dibawah pengawasan Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Rehabilitasi dikerjakan mulai bulan Agustus dan tuntas pada bulan Nopember tahun anggaran 2019. Akan tetapi hingga memasuki bulan Februari tahun 2020 ternyata masih belum juga selesai.

Hal itu diketahui saat dilakukan Sidak pertama ke lokasi oleh Wakil ketua DPRD Tuban, Muhammad Ilmi Zada pada Kamis, (30/01/2020) lalu.

Setelah sebelumnya melakukan sidak pertama dan menemukan beberapa bekas bangunan lama serta material yang masih terbengkalai, dalam kunjungan kerja kedua yang dilakukan Ilmi pada Sabtu, (1/02/2020) pagi. Terlihat sudah ada beberapa pekerja yang meneruskan penyelesaian pengerjaan rehab 3 ruang kelas tersebut.

Ilmi menyayangkan pengerjaan rehabilitasi ruang kelas tidak segera diselesaikan oleh pemenang tender. Menurutnya, meskipun sudah 90% dikerjakan, gedung masih belum bisa difungsikan sehingga sebagai dampaknya proses belajar dan mengajar jadi terganggu. Kondisi demikian menurutnya, tentu merugikan para siswa dan pihak sekolah.

“Saya sangat menyayangkan, karena tentu bedampak pada terganggunya kegiatan belajar dan mengajar disekolah”, ungkapnya.

Ilmi juga megutarakan akan terus mendalami persoalan itu. Sebab saat dilaksanakan Raker bersama Komisi 1 DPRD Tuban sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Nur Khamid menyatakan bahwa pengerjaan rehabilitasi gedung telah dirampungkan oleh rekanan tetapi saat dilakukan peninjauan ternyata belum selesai seluruhnya. Termasuk juga akan mempertanyakan berapa jumlah denda yang dikenakan kepada rekanan.

Lebih lanjut Ilmi menambahkan, di sidak kedua, kepada dirinya kali ini pelaksana menjanjikan akan menyelesiakan rehab hingga tuntas dalam waktu paling lama satu minggu terhitung sejak hari ini. Namun, meskipun sudah ada janji penyelesaian dari pelaksana proyek, Ilmi menegaskan akan terus melakukan pantauan dan pengawalan.

“Akan terus dilakukan pendalaman terkait hal ini, apalagi Kepala Dinas kemarin menyatakan jika proyek rehab sudah selesai”, tandasnya. (Adm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here