Home Berita DPRD Dalami Pertumbuhan UMKM di Ibu Kota Jawa Tengah

DPRD Dalami Pertumbuhan UMKM di Ibu Kota Jawa Tengah

589
0
SHARE

DPRD TUBAN – Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban mendalami pengetahuan tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di DPRD Kota Semarang, Jawa Tengah, Jum’at (26/1). Kunjungan Kerja yang di pimpin oleh Wakil Ketua DPRD Tuban, Rudi Harianto, di sambut baik oleh DPRD Kota Semarang dan diterima oleh Anggota Komisi A, Lina Ahana dari Fraksi PKB.

Wakil Ketua DPRD Tuban, Rudi Harianto menyampaikan, bahwa Kunjungan Kerja kali ini selain untuk silaturahmi juga ingin mengetahui tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di Kota Semarang.

Secara geografis, Kota Semarang sangatlah strategis. Dalam koridor pembangunan jawa tengah, Kota Semarang merupatan empat simpul  pintu gerbang, yakni koridor Pantai Utara (Pantura), Koridor selatan ke arah kota-kota dinamis (Kabupaten Magelang dan Surakarta), yang lebih dikenal dengan sebutan koridor merapi dan merbabu, koridor timur kabupaten demak dan grobokan, koridor barat Kabupaten Kendal.

Tanggapan yang diberikan oleh Kepala Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Semarang, bahwa UMKM di Kota Semarang pada tahun 2018 ini di targetkan 1,71% oleh Pemerintah Kota Semarang. Ini hanya menargetkan angka pertumbuhan UMKM yang setara dengan pencapaian lima tahun terakhir.

“Saat ini jumlah UMKM Kota Semarang yang sudah mengantongi izin usaha mencapai 7.000 UMKM”, Jelasnya.

Di Semarang, angka pertumbuhan jumlah UMKM dalam lima tahun terakhir harapannya harus mencapai 1.71%. Angka itu pulalah ya di tetapkan untuk target pertumbuhan UMKM yang ada di Kota Semarang pada tahun 2018. Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah melalui gelaran pameran, yang harapannya dapat mendorong pertumbuhan jumlah UMKM di Kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Koperasi dan UMKM bukan hanya memfasilitasi dari sisi Pemasaran, tetapi juga memberikan fasilitas pembiayaan.

“Kami ada kredit WIBAWA, yang kepanjangannya Wirausaha Bangkit Jadi Jawara”, ujarnya.

Fasilitas Kredit yang di berikan tidak ada bunganya yakni bunga 0%, jadi pengusaha tidak perlu memikirkan bagaimana membayar bunga, tetapi fokus pada pemgembangan usahanya melalui bantuan modal pada kredit Wibawa.

Sementara itu, di Kota Semarang pada even yang digelar pada kali keenam itu pihaknya melibatkan 70 pelaku usaha dari seluruh penjuru tanah air. Jadi bukan hanya dari Wilayah Jawa Tengah sendiri tetapi juga dari provinsi” lain.

“Ada beberapa Provinsi yang mengirimkan UMKM-nya untuk mengikuti pameran”, tegasnya.

Mengenai target pemasaran UMKM di Kota Semarang, tidak ada target yang khusus diberikan pada pameran tersebut. Targetnya hanyalah semakin hari semakin banyak produk yang terekspos dan penetrasi pasar juga terfasilitasi dengan baik. (Adm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here